Senin, 28 Januari 2019

Puisi kesendirian

“MERINTIH SENDIRI”

apa kabar senyum ilusiku?
kini serpihan sepi kian merindu
hanya gejolak rasa yang sendu
kenapa ada hati yang mau menunggu
dan masih saja terlihat lucu

kamu tahu, kanvas di hatiku
masih saja ada lukisan wajahmu
dan hanya di persimpangan, rayuanmu
seakan tertawa, padahal tak lucu!

pura-pura menghadirkan tenang
kamu memulai sebuah perang
lalu pergi dan menghilang
kamu pikir menang; bagai letusan gunung
menghadirkan lara yang tak berujung

- Novelyna Febrianti Butarbutar -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar